Archive Page 2

19
Feb
09

do-it

Di suatu siang yang cerah after lunch, saya dan ‘gundik’ saya berinisial pramu bertamasya ke lantai 12 untuk mengambil form SPT PPh-21. Sesampainya kami disana, ngantri di resepsionis, sekalian ngambilin SPT titipan teman2 yang lain.

pramu: men, ternyata lumayan juga yah duit kita kalo dikumpulin setahun.duit
saya: iya. sipp juga ternyata.. (sambil cengengesan berdua). gimana, punya siapa lagi nih yang mau kita ambilin?
pramu: punya mas lukman aja.
saya: oiya. mbak, satu lagi ya atas nama Lukman Hidayat (ngomong sama mbak2nya).
mbak2: OK mas…

Tiba2 kita ngeliat form SPT PPh-21 bossnya kita.

saya: pram, form SPTnya si boss tuh.
pramu: mana..??
saya: entuhh… paling atas banget.
pramu: liatin men. yang nomer 14 nya berapa..?
saya: ntar gw liat… (sambil meningkatkan tingkat akomodasi mata hingga 3x lipat)
pramu: udah belom..?
saya: sabarr napa…
pramu: cepetan!!
saya: gelo…!!
pramu: berapa?
saya: Rp …… ,- (sambil berbisik)
kita berdua: (spontan langsung menutupi form SPT kita masing2)

Setelah kembali ke meja, iseng ngecek facebook. Dan ternyata si pramu mengupdate statusnya, bahwa beliau kapok ngeliat SPTnya pak boss. Begitu juga dengan saya…. Heheheh… ๐Ÿ˜›

Advertisements
16
Feb
09

Slumdog Millionaire

200px-slumdog_millionaire_posterSaya sama sekali bukan pecinta film drama. Tetapi saya benar-benar speechless sewaktu menonton Slumdog Millionaire. Film yang lucu, aneh, cengeng sekaligus tegar, serta indah. Semua bercampur menjadi satu membuat rantai cerita dengan alur yang unik, dan dikemas dengan simple tapi elegan.

Pada intinya film bercerita mengenai seorang yang berasal dari daerah kumuh bernama Jamal Malik yang ikut acara Who Wants to Be a Millionaire. Dan sebelum pertanyaan terakhirnya dia ditangkap dan diinterogasi oleh polisi atas tuduhan curang, karena belum pernah ada peserta yang sampai pada level tersebut apalagi melihat latar belakang Jamal yang berasal dari daerah kumuh (slumdog).

Slumdog (Jamal) di acara Who Wants to Be a Millionaire

Slumdog (Jamal) di acara kuis Millionaire

Tapi apakah Jamal benar-benar curang? Film ini cerdik sekali. Di awal cerita, terdapat scene seperti pertanyaan pada kuis Who Wants to Be a Millionaire. Berikut kurang lebih pertanyaannya,

Jamal Malik is one question away from winning 20 million rupees. How did he do it?
A. He cheated
B. Heโ€™s lucky
C. Heโ€™s a genius
D. It is written

Jamal bersaksi kepada Polisi bahwa dia tidaklah curang, dan dia benar-benar tahu jawaban dari pertanyaan kuis tersebut. Polisi kembali menayangkan rekaman kuis yang diikuti Jamal, dan bertanya darimana Jamal tahu jawaban itu satu persatu. Dan mulailah Jamal bercerita (dengan alur cerita maju-mundur), bahwa jawaban kuis tersebut merupakan beberapa potong penggalan dari kisah hidupnya. Jamal juga mengatakan alasannya ikut acara kuis tersebut karena ingin agar ditonton oleh pujaan hatinya, Latika. Dan di akhir cerita, anda akan terkesima saat mengetahui jawaban dari pertanyaan yang pertama kali tadi.

Jamal & Latika

Jamal & Latika

Memang Slumdog Millionaire bukan film asli India, tetapi berasal dari Inggris dengan sutradara Danny Boyle. Tapi jangan khawatir, nuansa India di film ini cukup terasa kental. Meskipun banyak menuai kritik dan kontroversi dari beberapa kalangan, film ini terlalu sayang untuk anda lewatkan. Oiya, satu lagi. Bagi anda para Bollywood-ers, jangan kecewa karena film ini miskin nyanyian dan tarian (yang biasanya panjang-panjang. hehehe…). Di akhir film (pas endingnya), tetap ada nyanyian dan tarian dengan lagu soundtrack Jai Ho.

11
Feb
09

Anjungan Pengantar

anjungan-pengantar

Apa yang anda lakukan jika sedang menunggu rekan atau sahabat yang datang dibandara?

Kalau saya, nongkrong di Anjungan Pengantar. Hampir setiap kali ke bandara, saya mampir ke anjungan pengantar ini. Tapi ada di beberapa teminal di Bandara Soekarno-Hatta yang memang tidak disediakan, saya lupa. Kemarin saya di terminal 1-B, dan sudah malam, kebetulan lagi jemput orang tua yang dari Surabaya. Karena malam, jadinya take-off dan mendaratnya pesawat gak terlalu kelihatan. Selain itu juga gak terlalu banyak pesawatnya, mungkin karena sudah malam.

View dari Anjungan Pengantar

View dari Anjungan Pengantar

Tapi belakangan ini, hampir setiap kali saya ke anjungan pengantar, selalu sepi. Cuma ada 2 orang bapak2 yang lagi ngobrol, dan ada satu keluarga terdiri dari bapak (sepertinya kakeknya), ibu, dan 3 anak. Ditambah dengan satu orang satpam yang lagi berkeliling menjaga keamanan. Jadi total cuma ada 8 orang. Bukan cuma malam ini. Waktu itu juga pernah kesana siang kira2 jam 11-an, kondisinya juga sama2 sepi. Kenapa ya? Menurut saya kondisi anjungan pengantar lumayan bagus, bersih, dan nyaman. Kemudian karena kebetulan waktu itu malam hari, lampu juga bersinar terang. Jadi bukan karena fasilitasnya yang kurang memadai sehingga anjungan pengantar sepi pengunjung.

Suasana di Anjungan Pengantar

Suasana di Anjungan Pengantar

Seingat saya sewaktu kecil saya senang sekali melihat pesawat2 take-off dan mendarat. Dan seingat saya juga, dulu lumayan ramai. Atau mungkin cuma kebetulan saja? Atau mungkin anak2 sekarang mainannya PS, internet, dll, sehingga melihat pesawat bukan sesuatu yang menarik lagi…?

10
Feb
09

Topeng Monyet

monyet-copy

Topeng + Monyet ๐Ÿ˜›

Pernah lihat “konser” topeng monyet?

Udah sekian lama gak pernah ngeh kalau ada topeng monyet manggung. Kalau pas ada juga, biasanya saya skip karena pasti atraksinya itu2an aja. Ehh, pas kemarin ini sambil makan sop buntut di Cut Meutia, ada topeng monyet. Pertama sih merasa terganggu karena sebelumnya udah ada dua pengamen yang datang dan bernyanyi dengan PeDenya dengan suara supersumbang. Tapi ada yang beda disini. Si abang2 topeng monyet (selanjutnya kita sebut dengan istilah pawang…) membawakan atraksinya cukup interaktif sambil ngebanyol. Selain itu juga atraksinya bukan cuma monyet bawa2 payung+monyet ngaca aja…

naik motor

naik motor

Si monyet naik motor roda 2. Salut juga. Ternyata monyet juga bisa menjaga keseimbangannya naik motor. Mungkin kalau monyetnya udah >17 tahun udah bisa bikin SIM kali ya. Musik mulai dimainkan dan pawang mulai beraksi. Si monyet berjalan mondar-mandir sambil bawa motornya, dan si pawang berbicara2 seolah2 jadi si monyet sambil ngelucu. Kemudian baru si monyet naik motornya sambil balapan (monyet ditarik lehernya oleh si pawang).

monyet sujud

monyet sujud

Kemudian Mas pawang bercerita kalau si monyet banyak dosa, jadi dia harus bertobat. So, si monyet ngambil sajadahnya dari box, kemudian ambil posisi buat sholat. Sambil sholat, mas pawang memaparkan kepada penonton dosa2 apa aja yang telah diperbuat monyet tersebut. Bertaubatlah engkau wahai monyet…

naik sepeda roda 3

narik becak

Monyet juga bisa narik becak, danย  sambil mengeluh (dubbing dari suara pawangnya juga), bahwa kondisi sekarang lagi susah, duit baru dapet dikit, sedangkan kebutuhannya banyak, blablablaa… (lupa apa aja keluhan si monyet waktu itu…)

Sebenarnya ada beberapa atraksi lagi, tapi gak saya foto. Satu atraksi lagi yang cukup lucu adalah perang tembak2an antara pawang dan monyetnya. Si monyet bergaya sambil megang pistol, dan berusaha nembak si pawang. Akhirnya pawang berhasil menembak si monyet, dan monyet jatuh kesakitan sambil merintih2. Bisa aja…

Cuma kasihan juga tuh monyet ditarik lehernya…

30
Jan
09

Amplifier Roland Cube-20x

Yiippiiieeeeee… Akhirnya beli ampli baru…

Banyak yang bilang amplifier Roland tipe Cube dan turunannya (khususnya cube 15, 20, dan 30) adalah ampli sejuta umat. Yap, memang hampir semua temen saya dari dulu sampai sekarang yang saya kenal selalu menggunakan ampli tipe ini. Kenapa? Kalo menurut saya karena harganya terjangkau. Terjangkau yang saya maksud karena dengan harga tersebut, user sudah dapat menggunakan feature lead sound yang cukup banyak. Memang kualitas suara tentu saja tidak sebagus speaker tabung. Tapi untuk sekedar keperluan nge-gitar di rumah (atau kost2an), yang gak bisa bermain full volume dan full performance, hal ini tentu saja tidak terlalu berpengaruh. Kemudian juga dimensinya yang relatif kecil sehingga mudah dibawa2, dan gak makan tempat. Cocok untuk gitaris pemula yang kadang ingin nge-jam bareng temannya sehingga sering dibawa2, dan pas dengan ukuran kamar yang rata2.

Saya sendiri sebenarnya di rumah sudah punya speaker gede+mixer 16 Channel. Tapi berhubung luas kamar saya pas2an (kalo ditambah speaker+mixer lagi, saya tidur dimana??!! :D), dan kalau mau distorsi harus beli Effect dulu, makanya saya putuskan beli cube-20x. Kebetulan juga ada footswitch nganggur bekas organ dirumah yang masih bisa digunakan. So, saya gak usah susah2 lagi gonta-ganti sound dari Clean ke Lead. Cuma sekarang lagi agak sibuk nih, jadinya belum sempat bermain2 dengan ampli baru. Nanti kapan2 akan kita review cube-20x ini… ๐Ÿ™‚

Roland Cube-20x & Footswitch Yamaha

Roland Cube-20x & Footswitch Yamaha

26
Jan
09

SlamBall

250px-slamball_logo_51

Anda penggemar olahraga basket? You must watch this!

Awalnya iseng2 gonta-ganti channel, tiba2 melihat pertandingan basket di AXN. Tumben AXN kok nyiarin basket. Ternyata ada yang beda. Yup, namanya SlamBall… Apa bedanya dengan basketball biasa? Yang jelas kesan pertama saya sebagai penonton, jauh lebih menghibur dari basketball konvensional, dan………… ada TRAMPOLINnya. hehehe… kocak juga.

Lapangan Slam Ball

Lapangan SlamBall

SlamBall dimainkan oleh dua regu, yang masing2 terdiri dari 4 orang. Lapangannya kurang lebih sama dengan lapangan basketball, cuma bedanya ada trampolin di kedua sisi lapangan. Dan di sekeliling lapangannya ditutup semacam fiberglass, untuk menjaga agar bola gak keluar. Jadi, gak ada istilah Out.

Pemain bebas bertrampolin ria di area lawan, dan pemain lawan juga dapat membloknya. Yang membuat suasana bertambah seru adalah pemain dapat melakukan gaya apa saja dengan bantuan trampolin tersebut. Jadi selain menonton pertandingan, penonton juga disuguhi semacam atraksi akrobatik dari para pemain SlamBall. Kesannya juga permainan ini seperti nonstop, karena bola yang harusnya keluar arena tertahan oleh fiberglass, dan permainan terus berlanjut. Mantaapp!!!

Slam Ball di AXN

SlamBall di AXN

20
Jan
09

Cort EVL-Z4 Black Satin

cort-kecilAkhirnya saya menemukan “jodoh” saya. Setelah beberapa hari hunting2 gitar, akhirnya merasa cocok dengan Cort EVL-Z4 Black Satin. Pada awalnya memang sama sekali gak ada niat ngambil Cort. Waktu itu lagi nyobain Fender Squire Stratocaster, dan ngerasa ada yang kurang. Kemudian sama mas2 music advisornya dibawain Roland Cube 20x, supaya lebih ngangkat suaranya, dan ternyata masih kurang juga. Baru si mas itu menyarankan, kalau mau yang lebih berat suaranya, mending pake Cort aja. Pas dicobain, dengan settingan tone/volume Roland Cube 20x yang sama, langsung keluar suara yang jauh lebih menggelegar. Langsung deh jatuh cinta pada pendengaran pertama. Hehehe… Baru setelah itu coba2 dimainkan, dan saya merasa cocok sekali pas maenin itu Cort EVL-Z4. Cocok sekali rasanya dengan tangan saya yang agak gede, dan enak banget diajak lari naik turun dengan speed yang lumayan kencang. Dan suaranya itu loh, pickup-nya pake EMG-HZ H4, bener2 berat banget! Pas banget, suara ini yang saya cari…
Karena masih agak ragu-ragu, akhirnya waktu itu belum memutuskan untung langsung bawa pulang. Keesokannya masih nyari2 model lain juga, dan pada akhirnya saya benar2 ngerasa pas banget waktu maenin Cort EVL-Z4 itu. Ya sudah, langsung beli aja kemarin. Finally, found my guitar…

Pic gitar saya:

D

Cort EVL-Z4 Ronald ๐Ÿ˜€

Pic Cort EVL-Z4 Black Satin:
cort-evl-z4-samping-edit
cort_1a

Product Spesification Cort EVL-Z4:

CONSTRUCTION Bolt-on
BODY Mahogany
NECK Maple, Modern ‘C’ Shape
NECK WIDTH 1F : 43mm / 24F : 56mm
NECK THICKNESS 1F : 21mm / 12F : 23mm
FINGERBOARD Rosewood, 12″ Radius(305mm)
FRET 22 / Jumbo (2.9mm)
INLAY EVL Pentagon Circles
TUNER Die cast SCALE 24 3/4″ (629mm)
NUT Graphite
BRIDGE TonePros Lic.
Locking bridge (CAVR) w /string thru body
PICKUP EMG-HZ H4 (H-H)
CONTROL 2vol, 1tone, 3way toggle
PICKUP SWITCHING 3-Position; Position1: Neck; Position2: Neck & Bridge; Position3: Bridge
HARDWARE BKS (Black Satin)
UNIQUE FEATURE EVL Metal Truss Rod Cover
Knobs w/O-rings
STRING (046-010)
COLOR BKS (Black Satin)